Saturday, June 4, 2011

Persahabatan yang mendapat pujian Allah SWT

http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/06/34977_412622897751_298400792751_4367189_1604983_n.jpg?w=286&h=232

Teman bergaul dan lingkungan yang Islami, sungguh sangat mendukung seseorang menjadi lebih baik dan bisa terus istiqomah. Sebelumnya bisa jadi malas-malasan. Namun karena melihat temannya tidak sering tidur pagi, ia pun rajin. Sebelumnya menyentuh al Qur’an pun tidak. Namun karena melihat temannya begitu rajin tilawah Al Qur’an, ia pun tertular rajinnya.

Perintah Agar Bergaul dengan Orang-Orang yang Sholih

Allah menyatakan dalam Al Qur’an bahwa salah satu sebab utama yang membantu menguatkan iman para shahabat Nabi adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah mereka. Allah Ta’ala berfirman,

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آَيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada ditengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali ‘Imran: 101).

Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Berteman dengan Pemilik Minyak Misk

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”[1]

Memandangnya Saja Sudah Membuat Hati Tenang

Para ulama pun memiliki nasehat agar kita selalu dekat dengan orang sholih.

Al Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

نَظْرُ المُؤْمِنِ إِلَى المُؤْمِنِ يَجْلُو القَلْبَ

Pandangan seorang mukmin kepada mukmin yang lain akan mengilapkan hati.[2] Maksud beliau adalah dengan hanya memandang orang sholih, hati seseorang bisa kembali tegar. Oleh karenanya, jika orang-orang sholih dahulu kurang semangat dan tidak tegar dalam ibadah, mereka pun mendatangi orang-orang sholih lainnya.

‘Abdullah bin Al Mubarok mengatakan, “Jika kami memandang Fudhail bin ‘Iyadh, kami akan semakin sedih dan merasa diri penuh kekurangan.”

Ja’far bin Sulaiman mengatakan, “Jika hati ini ternoda, maka kami segera pergi menuju Muhammad bin Waasi’.”[3]

Ibnul Qayyim mengisahkan, “Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan sempit dalam menjalani hidup, kami segera mendatangi Ibnu Taimiyah untuk meminta nasehat. Maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang”.[4]

Lihatlah Siapa Teman Karibmu!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).

Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.”[5]

Oleh karena itu, pandai-pandailah memilih teman bergaul. Jauhilah teman bergaul yang jelek jika tidak mampu merubah mereka. Jangan terhanyut dengan pergaulan yang malas-malasan dan penuh kejelekan. Banyak sekali yang menjadi baik karena pengaruh lingkungan yang baik. Yang sebelumnya malas shalat atau malas shalat jama’ah, akhirnya mulai rajin. Sebaliknya, banyak yang menjadi rusak pula karena lingkungan yang jelek.

Semoga Allah mudahkan dan beri taufik untuk terus istiqomah dalam agama ini.

Disusun di Sakan 27, KSU, Riyadh, KSA, pada 26 Syawal 1431 H (4/10/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.remajaislam.com

Jalan ketenangan dan pintu rezeki Allah SWT terbentang dihadapan anda

http://up.graaam.com/img/e1b197f869261adb2dd68fd1e6c6b332.jpg

Mafhum hadis “

Sesiapa sentiasa beristighfar kepada Allah SWT pasti Allah SWT akan menunjukkan jalan keluar dari segala permasalahan, Allah SWT akan mengganti kesedihan dan penderitaan dengan kegembiraan pertemuan yang pasti dengan Allah SWT, dan Allah SWT yang memegang pintu akan memberi rezeki kepada insan pilihannya tanpa disedari oleh manusia.

Nota :

Istighfar yang paling agong adalah Istighfar melalui hati, melalui lidah, melalui perbuatan dan melalui perasaan pengabdian kepada Allah SWT dalam seluruh anggota badan kita yang jauh daripada segala unsur kemurkaan Allah SWT serta unsur-unsur Takabbur dalam kehidupan seharian.

Rujukan :

http://fashion.azyya.com/241554.html

3 Perkara Yang Menjamin Kebahagiaan Umat Manusia

http://idayah.files.wordpress.com/2008/09/1024x768-21.jpg?w=393&h=294

لا تسعد الأمة إلا بثلاث :-
حاكم عادل , وعالم ناصح , وعامل مخلص

1-Hakim Yang Melaksanakan Keadilan.

2-Ulamak Yang Sentiasa Menasihati Kearah Kebaikan.

3-Pegawai-pegawai Tadbir Yang Ikhlas Kepada Allah SWT.

Rujukan:

http://fashion.azyya.com/84090.html

4 Perkara yang boleh menilai kepintaran akal anda

http://thumbs.bc.jncdn.com/83f7c62bf2aa275f233f056e8122c881_l.jpg

تفقد عقلك في أربع مواضع :-
عندما يثير الشيطان أهواءك
وعندما تخاطب عواطفك
وعندما يثير المال طمعك
وعندما يثير السبع شهواتك

1-Ketika syaitan menaikkan syahwat anda.

2- Ketika anda berhadapan dengan pujuk rayu.

3- Ketika harta benda membangkitkan perasaan tamak anda.

4-Ketika 7 anggota anda diuji dengan syahwat.

Nota : 7 anggota yang dimaksudkan adalah :

Maksud Ilmu Tasawuf adalah suatu amalan bagi membersihkan anggota yang zahir daripada segala perbuatan yang keji, supaya dibersihkan juga hati daripada segala sifat yang tercela. Anggota yang perlu dibersihkan itu ada tujuh semuanya iaitu:
  1. Mata.
  2. Telinga.
  3. Lidah.
  4. Perut.
  5. Kemaluan.
  6. Tangan.
  7. Kaki.

Rujukan :

http://fashion.azyya.com/84090.html

Bahaya tidur diwaktu pagi

Bahaya tidur diwaktu pagi


http://rumaysho.com/images/stories/bacaan_dzikir_pagi.jpg

Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.

Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.

Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :

[1] tidur ketika sangat butuh,

[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,

[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

BAHAYA TIDUR PAGI [1]

[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.

[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

[Kelima] Menghambat datangnya rizki.

Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.” (Zaadul Ma’ad, 4/378)

[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Rujukan :

Pembahasan berikut disarikan dari tulisan Ustadz Abu Maryam Abdullah Roy, Lc yang berjudul ‘Tholabul ‘Ilmi di Waktu Pagi’ dan ada sedikit tambahan dari kami.

****

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.rumaysho.com

Friday, June 3, 2011

4 Punca kelemahan iman mengundang 7 bala dari Allah SWT

4 Punca kelemahan iman mengundang 7 bala dari Allah SWT

http://www.binatiih.com/go/themes/ghazi/don_05.gif

بسم الله الرحمن الرحيم

إذا توقفت الدعوة ينقص الإيمان في الأمة وإذا نقص الإيمان في الأمة تصاب الأمة بأربعة أمراض:

  1. تكثر المعاصي في الأمة.
  2. يخرج هم الدين من المتدينين وأهل الدين.

3. تخرج روح الأعمال من الأعمال.

4. تخرج الإستجابه من الدعاء

4 Punca kelemahan iman :

1-Apabila maksiat semakin bertambah di dalam masyarakat Islam.

2-Apabila golongan agama tidak lagi beramal dengan ajaran agama atau golongan agama tidal lagi menjadikan agama sebagai amalan hidup.

3-Apabila Amalan dan Ibadat yang dilakukan tidak disertakan dengan roh cintakan agama.

4-Apabila Doa yang dipohon oleh umat Islam tidak lagi dimakbul oleh Allah SWT.

Jika 4 perkara di atas telah berlaku maka umat Islam akan ditimpa 7 bala dari Allah SWT :

1-Manusia akan menyembah sesama manusia sebagai ganti kepada Allah SWT.

2- Fitnah akan bermaharajalela.

3-Keberkatan dan rezeki akan ditarik oleh Allah SWT, tubuh badan manusia akan hilang keberkatan dan masa/umur mereka juga tidak mendapat keberkatan dari Allah SWT.

4-Cara hidup jahiliah, yahudi dan nasrani akan menggantikan cara hidup umat Islam.

5-Ulamak yang jahat akan memimpin umat Islam dan ilmu akan berkurang serta umat Islam tidak lagi mementingkan ilmu agama.

6-Manusia akan mentaati isteri dan anak serta tidak berani melaksanakan perintah Allah SWT terhadap mereka.

7-Umat Islam akan ditimpa dengan penyakit takut dan mengalah kepada musuh Allah SWT.

إذا أصيبت الأمة بهذه الأمراض تصاب بسبعة مصائب:

  1. يجد الإنسان على طاعة المخلوق بدل طاعة الخالق.
  2. تكثر الفتن.

3. تخرج أو تنزع البركة من الأمة من أرزاقها وأجسامها وأوقاتها.

4. يدخل على الأمة طريق الجاهلية واليهودية والنصرانية ويخرج من الأمة طريق النبي صلى الله علية وسلم.

  1. يدخل على الأمة العلم الغلط المعكوس وينقص العلم الشرعي ولا يهتمون به.
  2. يجد الإنسان على طاعة الزوجة والأولاد ولو بنبذ أوامر الله وأوامر رسوله.

7. تصاب الأمة بالرعب والخوف من العدو.

Rujukan :

http://www.binatiih.com/go/forum.php?action=view&id=3356

4 Kebaikan akan hilang apabila usaha dakwah Islamiah ditinggalkan

4 Kebaikan akan hilang apabila usaha dakwah Islamiah ditinggalkan


Apabila usaha menyampaikan kebaikan agama Islam kepada umat manusia ditinggalkan, Allah SWT akan menarikan 4 kebaikan daripada umat Islam :

1-Segala keindahan dan kebaikan Islam akan ditarik oleh Allah SWT.

2-Keimanan, keyakinan dan Sifat Taqwa akan hilang daripada jiwa-jiwa umat Islam.

3-Segala amalan soleh, kemurnian akhlak dan keikhlasan akan lenyap.

4-Manusia akan meninggalkan agama Allah SWT secara berkumpulan.

ذاتركت الدعوةإلى الله تعالى
1) فتحت مداخل الشر كلها، فيدخل كل شر بكل لون، في كل وقت،ولكل نفس، وإذا دخل كل شر خرج كل خير، فيخرج من الإنسان كل شيءجميل.
2) يخرج الإيمان واليقين والتقوى،
3) تخرج الأعمال الصالحة، والأخلاق الحسنة،
4) يخرج الناس من دين الله أفواجاً كما دخلوه أفواجاً.

Rujukan :

http://www.binatiih.com/go/forum.php?action=view&id=3356